Ikang Fawzi & Ian Antono

Ikang Fawzi & Ian Antono
Ikang Fawzi dan Ian Antono dalam Hanya Satu Kamu, Lagu untuk Marissa Haque

The Diary Rock Band from Malaysia

The Diary Rock Band from Malaysia
Chikita Fawzi, Ikang Fawzi Ayahnya, The Diary Rock Band from Malaysia. 2-1-2010

Cerita Musik Rock You!

Cerita Musik Rock You!
Rock You, Ikang Fawzi, dan Kak Bella Fawzi, sang Fotografer yang juga seorang Rocker

Bakat Musik Kami dari Dato' Fawzi Abdulrani The Singing Ambassador

Bakat Musik Kami dari Dato' Fawzi Abdulrani The Singing Ambassador
HUT Terakhir Dato' Fawzi dan Kemeriahan Bermusik Kami di Rumah Pelangi Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, 2007

"Menjelang 17": Karya Lagu Ikang Fawzi Ayahku untuk Kami Bella & Kiki



Menjelang 17: Karya Lagu Ikang Fawzi Ayahku untuk Kami Bella & Kiki saat Ibu Icha kuliah S2 kedua jurusan Film di Ohio, Amerika Serikat dulu.
Tampilkan postingan dengan label Ayahku Ikang Fawzi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayahku Ikang Fawzi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Desember 2010

Musik Ayahku Terarsir Kegusaran Ibuku Soal Payudara Vina Panduwinata

Dakwah Nyata Marissa Haque (Siapakah yang Usil, Ngurusin Payudara Orang atau yang Ngurusin Orang Berdakwah?)

Catatan: Kecuali memang dipakai oleh yang diduga Very Amaruzzaman ketua Timses Black Campaign Airin Rachmi Diany kepada Bunda Marissa Haque karena takut gagal jadi Walikota Tangsel 2010!

OPINI Dudi Rustandi 09 November 2010, 21:15

Sumber: http://agama.kompasiana.com/2010/11/09/dakwah-nyata-marissa-haque-siapakah-yang-usil-ngurusin-payudara-orang-atau-yang-ngurusin-orang-berdakwah/

1 dari 2 Kompasianer menilai Inspiratif. lustrasi dari blog Marissa Haque

Saya selalu menganalogikan ketika dua orang yang sama menghadapi situasi dan kondisi yang sama. Walaupun sama-sama dalam tempat yang sama, namun kedua orang tersebut akan sangat berbeda ketika menyaksikan atau menghadapi satu situasi dan kondisi. Kenapa hal ini terjadi? Dalam ilmu komunikasi disebabkan oleh beberapa hal salah duanya adalah masalah Frame of Reference dan Field of experience, kerangka referensi dan pengalaman lapangan. Masing-masing orang tersebut menghadapi masalah yang sama namun dengan pemecahan masalah yang berbeda-beda. Dengan kata lain ia berkaitan dengan paradigma dan sudut pandang masing-masing yang mendasarkan diri pada kerangka rujukan dan pengalaman lapangan yang berbeda-beda tersebut.

Ribut-ribut masalah curhat Mbak Marissa Haque (Mbak Icha) dalam blognya yang ditujukan kepada Vina Panduwinata dan Memes yang masih menjadi pembicaraan media sampai saat ini, serta wawancara yang tidak berimbang akan kasus ini yang saya saksikan di infotainment dimana seolah-olah Mbak Icha adalah orang yang usil sehingga membuat ia seolah berada dalam posisi yang salah. Apalagi seorang Penulis tamu secara khusus menuliskan ‘keusilan’ Mbak Icha dengan gaya puisi (Bu Linda Jalil) walaupun disitu tidak ditujukan kepada mbak Icha, namun sangat jelas, di tengah ribut-ribut masalah tersebut, tulisan Bu Linda Jalil di-publish. Lagi-lagi saya melihat bahwa Mba Icha dijadikan pesakitan, ia seolah-olah salah dengan mengurusi payudara orang, walaupun ia sendiri barangkali merasa nyaman-nyaman saja ketika ia dianggap usil. Saya ingin melihat dari persfektif yang berbeda, persfektif yang saya gunakan adalah (barangkali) berkaitan dengan pengalaman keberagamaannya.

Pengalaman keberagamaan Mbak Icha. Setiap orang memiliki kerangka rujukan dan pengalaman yang berbeda. Kerangka dan pengalaman ini akan mempengaruhi paradigma dan sudut pandang orang ketika menyikapi sesuatu. Salah satunya adalah terjadi pada Mbak Icha. Walaupun tulisannya disertai emosional, namun hal tersebut sangatlah wajar di mana ia menjadi seorang isteri dari seorang suami yang dicintainya. Namun jika kita baca secara cermat tulisan blognya, saya melihat justeru Mbak Icha sedang melakukan dakwah yang nyata. Ia sedang memperteguh keimanannya. Saya masih ingat salah satu hadits tentang masalah keimanan, dimana substansinya bahwa “jika orang mencegah dengan tangannya ia berada dalam keimanan yang sempurna, jika ia mencegah kemunkaran dengan mulutnya (bicara) ia berada dalam keimanan yang sedang, jika kemunkaran hanya dicegah dengan do’a, itulah selemah-lemahnya iman. Inilah barangkali yang membedakannya dengan kita atau kompasianer yang lain. Pengalamannya dalam mempraktikan agamanya membuat dia peka, wabilkhusus diawali dari keluarganya. Pengalamannya ini mendorong ia memiliki pandangan tersendiri terhadap satu masalah yang sama.

Coba saja perhatikan salah satu pernyataannya yang memberikan gambaran kepada kita bahwa ada lompatan spiritual dalam diri Mbak Icha, semakin berkurang umur ia semakin sadar bahwa ia akan meninggalkan dunia yang fana ini, sehingga hidupnya harus lebih berkualitas dipandang dari sisi agama, salah satunya adalah dengan mengenakan pakaian yang menutup aurat.

"... memang saat lalu gaya hidup kami–Memes maupun saya–memang sangat mirip dan sedikit bebas. Namun dengan berjalannya waktu serta semakin hari kami semuasemakin bau tanah. Ada jurang menganga lebar yang sangat signifikan yang menjadi pembeda dari cara pandang hidup kami. Kini gaya busana dan gaya hidup Memes memang sangat mirip dengan Mama Ina (Vina Panduwinata) didalam memamerkan/sedekah payudara mereka semakin hari saya perhatikan semakin melorot, hingga tinggal seperempat atau sepertiga saja! Padahal payudara mereka diusia 50 tahunan sudah jatuh dan peyot dimakan usia! Semua gambar mereka yang seronok dapat dilihat dalam kapanlagi.com." (perhatikan kalimat yang di bold italic )

Lompatan atau pergeseran spiritual inilah, sebagai kerangka rujukannya, menjadi paradigm yang digunakan oleh Mbak Icha dalam menyikapi sesuatu. Termasuk dalam kasus Ikang-Vina yang ia sebutkan dalam blognya.

Tulisannya yang lain sangat nyata bahwa ia ingin menjaga keluarganya dengan dakwah di lingkungan keluarga terdahulu sebelum ia melakukannya di luar. Dalam blog -nya ia mengatakan:

"... Hari ini, sehari sebelum bulan puasa dibulan Ramadhan, sebelum bersilaturahmi keluar rumah, kami berdua—Ikang Fawzi dan saya—berprinsip agar urusan dalam negeri rumah tangga kami harus beres sebelum dua kali 24 jam. Alhamdulillah worthed! Rekonsiliasi terjadi dan menghasilkan beberapa kesepakatan, antara lain: (1) suamiku harus khatam Al-Quran lagi dibulan suci 2010 ini; (2) harus lebih banyak lagi waktu bersama istrinya terkait dengan pekerjaan kami dimasa dating; (3) tidak ada larangan bersalaman/boleh menyentuh tangan namun tidak berangkulan dan tidak dalam kondisi dirangkul/merangkul; (4) kalau ada penggemar ekstrim/baik yang berjilbab maupun tidak berjilbab minta dicium, secara halus namun tegas wajib diberitahu agar tidak bersedia; (5) setiap ada yang berusaha ‘mendekati’ dengan maksud serius tertentu memberitahu kepada pasangan masing-masing, dan ini berlaku pada Ikang maupun saya; (6) menjaga mata dan hati terutama bila sedang di mall dan tempat terbuka lainnya, agar ‘tidak lapar mata’ melihat ‘daging segar’ yang disedekahkan khusus untuk kaum pria; (7) setiap account FB (Face Book) boleh dibuka dan dicek oleh masing-masing dari kami, dan ini berlaku pada Ikang maupun saya, untuk mengecek teman yang mengajak sex over the cyber; (8) setiap tahu akan berjumpa mantan pacar/mantan calon istri/mantan calon suami wajib memberitahu. Kalau terlanjur ‘bablas’, juga wajib memberitahu serta meminta maaf (9) suami wajib berkurang kesenangannya membuka porn cyber! Kalau mungkin menghilangkannya sama sekali karena kegiatan itu adalah maksiat mata; (10) istri wajib lebih sabar dan berkurang ngomelnya…hehe..."

Pernyataannya ini merupakan bagian dari dakwah yang ia lakukan dalam keluarganya sendiri, tanpa ia berada dalam posisi mengendalikan, namun sama-sama membuat kesepakatan bersama. Selain membuat kesepatakan, ia dan suami juga sepakat menjaga keluarganya tidak hanya dengan ikhtiar namun dengan do’a-do’a yang dapat menjaga mereka dari godaan-godaan yang dapat memecah belah rumah tangga yang ia peroleh dari gurunya.

"... ini sekaligus sebagai ajakannya untuk menjaga mata, karena mata selain dapat menjadi alat bersyukur namun juga bisa sebaliknya. Ini adalah doa tersebut; Mata adalah salah satu indera manusia untuk melihat kebesaran-Nya, namun juga dapat terpeleset merendahkan pemilik yang dititpi karunia penglihatan tersebut. Karenanya bagi para pria dewasa yang ingin menjaga marwah diri dan istri serta seluruh keluarganya, dapat mengamalkan sebanyak-banyaknya setiap hari dari dua (2) buah doa dibawah ini. Doa tersebut sebagai berikut: (1) “Bismillahirrahmanirrahiiiim…Allahuma innia’udzubika min fitnatinnisaa wa lazaabil qabri.” Artinya: Ya Allah, aku berlindung dari fitnah wanita/perempuan dan siksanya azab kubur. dan ketika selesai membasuh/ba’da istinja/ba’da buang hajat besar/kecil: (2)”Bismillahirrahmanirrahiiiim… Allahuma thohor qolbi minannifaqi, wa hassin fajri minal fawaahist.” Artinya: Ya Allah… sucikanlah hatiku dari kemunafikan, peliharalah fajri-ku (vagina bagi perempuan dan penis bagi pria), dari kejahatan nafsu, dan haramkanlah jazadku dari siksa api neraka"


Merujuk kembali pada salah satu hadits di atas, dalam pandangan saya, Mbak Icha sedang memperteguh keimanannya dengan melakukan dakwah. Bahkan jika kita cermati, aktifitasnya hampir selalu berkaitan dengan masalah dakwah. Tentu saja dakwah tidak bisa kita pandang secara sempit hanya dalam masalah agama secara privat saja namun juga secara social, ekonomi, budaya maupun politik.

Lihat saja aktifitasnya, bilapun menjadi bintang iklan, namun ia menjadi bintang iklan yang memiliki kecenderungan Islami seperti kosmetik tanpa bahan pengawet atau alcohol, Ekonomi Syariah, mencegah illegal loging, perang terhadap korupsi, dll.


Dakwah Marissa Haque di Kalangan Kampus
Saya masih teringat ketika akan melaksanakan seminar film dakwah tahun 2001. Saat itu saya menjadi panitia. Walaupun bukan panitia inti, setidaknya saya tahu bagaimana kondisi kepanitian. Saat itu yang menjadi pembicara salah satunya adalah Mba Icha, yang lainnya adalah Chaerul Umam, dan Prof. Deddy Mulyana, Ph.D. Sebagai lembaga mahasiswa saat itu, tentu saja untuk mengundang artis kenamaan seperti mbak Icha bayarannya mahal, apalagi dipadukan dengan pembicara nasional lainnya, sutradara sekelas Chaerul Umam. Namun di tengah kebingungan panitia, Mbak Icha yang mengerti kondisi kami malah bilang,” Begini saja, coba kontak wardah, minta kerjasama dengan wardah, saya gak minta dibayar, yang penting ada tiket pp, dan tiket itu sendiri nanti dari hasil kerjasama,” ujar mbakIcha. Setelah kami menghubungi wardah, akhirnya kami pun tidak mengeluarkan uang sama sekali untuk mbak Icha, karena tiketpun akhirnya di urus oleh wardah sebagai hasil kerjasama kami dengan wardah. Tentu saja ini menjadi nilai plus mbak Icha dalam rangka Dakwah dalam bidang film saat itu. Di samping ia sendiri rela untuk tidak dibayar, padahal harus jauh-jauh datang ke Bandung.

Dengan perjalanannya tersebut, dan dalam rangka mempertahankan rumah tangganya tersebut, apakah layak ia dikatakan sebagai usil atau ngurusin payudara orang?Bukankah itu dakwah? Siapakah yang usil? Yang ngurusin payudara orang atau yang tidak senang dengan dakwahnya? kita tanyakan saja pada hati nurani, apakah memperlihatkan dada yang sangat terbuka hingga terlihat belahan dada adalah hal yang baik? Ya baik bagi si Imin, tapi tidak baik bagi si Iman.

Kamis, 16 Desember 2010

Ikang Fawzi Lulus MBA dengan Nilai A dari UGM-Fakultas Ekonomi-Bisnis: Marsha Chikita Fawzi


Ikang Fawzi Lulus MBA dengan Nilai A dari UGM Fakultas Ekonomi-Bisnis

Kabar Gembira!

Leadership Ikang Fawzi suamiku alhamdulillah semakin terbukti didalam keluarga kami. Kemarin pada tanggal 13 desember 2010, dengan dua orang penguji inti dari FEB-UGM bernama: (1) Ertambang, PhD; dan (2) Bambang Riyanto, PhD, suamiku Ikang Fawzi berhasil lulus dengan cemerlang dan mengantongi nilai akhir ujian thesisnya A (bulat)!

Subhanallah… sebuah perjuangan yang tidak main-main, dan menjadi contoh positif bagi kita semua di Indonesia. Bahwa seorang penyanyi rock-pun mampu menunjukkan kelas intelektualitasnya secara kaffah dan mumpuni. Contoh yang sangat baik bagi istri dan kedua putrinya,…insya Allah demikian adanya.

Berikut saya lampirkan sebuah sms untuk dijadikan fwd–dari salah seorang teman karib di UGM, Yogyakarta-Jakarta:

Selamat untuk Mas Ikang Fawzi atas keberhasilannya mendapatkan MBA dengan nilai kelulusan A dari Fakultas Ekonomi-Bisnis UGM (Universitas Gajahmada), Yogyakarta kemarin 13 Desember 2010. Anda adalah penyanyi rock Indonesia pertama yang menjadi MBA dari salah satu universitas terbaik di Indonesia. Kapan S3 nya dimulai? semoga secepatnya ya?

Sabtu, 08 Mei 2010

Berita Chikita Fawzi dari Okezone.com

Terimakasih banyak Oom Tomi Tresnady dari Okezone.com atas berita tentang Kiki dai Malaysia. May God bless you Oom... salam juga sama Ayah dan Ibu kalau Oom Tomi sedang bersama mereka ya Oom. Terimakasih juga atas berita launching Ayah Ikang bersama grup musik/penyanyi 80-an "REUNI", karena Kiki ajadi tahu semua perkembangan industri musik Indonesia walau dari jauh di Malaysia.

Salam dari anak rantau, Chikita Fawzi di Cyberjaya, Malaysia.


Ikang Fawzi (Foto:Johan Sompotan/okezone)

JAKARTA - Memang, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Jejak Ikang Fawzi yang beken sebagai penyanyi rock, diikuti oleh putri bungsunya, Marsha Chikita Fawzi (Kiki).

Kiki tengah kuliah di (MMU) Malaysian Multimedia University

Selain fokus kuliah, Kiki menyempatkan waktu menekuni hobi di bidang musik. Diam-diam dia membentuk band rock bersama teman-teman prianya di sana."Ternyata dia punya band, namanya Diary. Itu grup metal. Laki-laki semua, gondrong-gondrong. Dia perempuan sendiri. Orang Malaysia sudah terbiasa sama dia. Orang Malaysia sangat bangga sama dia," ungkap Ikang yang ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (29/4/2010) malam.

Kiki terang-terangan menyatakan keinginan menjadi seorang entertainer seperti ayah dan ibunya. Tidak tanggung-tanggung, Kiki membidik pasar musik internasional."Dia katanya mau tembus Singapura supaya dia bisa tembus internasional. Dengan bangga, dia bilang ke saya, 'Ayah, sekarang saya jadi rock star'. Nangis saya dibuatnya," aku Ikang. Sebagai orangtua, Ikang memberikan dukungan penuh kepada Kiki. Selama si bungsu berada di Negeri Jiran, Ikang selalu menyempatkan menjalin komunikasi. "Komunikasi tetap jalan. Lewat Fb dan sms. Saya kangen lah, namanya juga anak bontot," ujar suami Marissa Haque ini. (ang)

Senin, 15 Februari 2010

The Diary Band di Malaysia adalah Keluarga Besarku Hari Ini: Chikita Fawzi

The Diary Band di Malaysia

Sunguh menyenangkan dan membuatku bahagia tak terkira ketika Ayah Ikang dan Ibu Icha sengaja diwalah tahun 2010 kemarin datang ke daerah Banting, Selangor, Malaysia hanya sekedar untuk menyaksikan pertunjukan show awalku sebagai penyanyi rock.

Terimakasihku kepada kedua orangtuaku yang telah memotivasiku untuk menjadi diriku apa adanya serta lepas dari bayangan kedua orang tuaku itu.

Terutamanya Ayah Ikang yang telah memberikan full cinta dan perhatian seorang ayah terbaik didunia...hehe... juga Ibu Icha dong tentunya. Kiki loves both of you full.... full.... full....

Kamis, 17 Desember 2009

Album Suara Persaudaraan: Ayah Ikang Fawzi bersama Nicky Astria & Atiek CB



"Kuajak Kau Kembali"



Suara Persaudaraan

(Album Ayah Ikang bersama Nicky Astria & Atiek CB)

Isi Album Pertama Ayahku Ikang Fawzi (Selamat Malam)

Ketika Ayahku Ikang Fawzi jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Ibuku Marissa Haque yang dipertemukan didalam filam arahan Sutradara Sophan Sophiaan berjudul "Tinggal Landas buat Kekasih" dimana Ibu Ichaku mendapatkan piala Citra sebagai Peran Pembantu Wanita Terbaik di FFI 1985 di Bandung, lagu kedua didalam album pertama Ayahku diperuntukkan bagi kisah cinta Ayah dan Ibuku didalam film tersebut. Terpilihnya lagu tersebut dikarenakan introductory lagu sangat klasikal serta bermelodi manis, yang akhirnya dijadikan menjadi salah satu theme song didalam film tersebut diatas -- dimana syairnya yang sangat berbau gejolak sosial diminta untuk diganti dengan syair cinta-kasih sesuai moral message dari film arahan sutradara Sophan Sophiaan tersebut.

Lagu ke-2 yang terpilih tersebut berjudul "Menanti Suatu Saat." Didalam album pertama Ayah Ikang-ku itu kelihatannya memang sudah ada tanda-tanda, bahwa lagu pertama Ayah Ikang dipersembahkan untuk perempuan pertama didalam hatinya, dan lagu kedua dialbum yang sama adalah untuk perempuan kedua yang kelak akan mengisi hatinya serta membasuh perih luka dihati terdalamnya saat masih kuliah di FISIP-UI masa lalu -- perempuan kedua dihati Ayahku bernama Marissa Grace Haque alias Ibu Ichaku tercinta.


Lagu pertama yang juga menjadi judul pada album pertama ayahku "Selamat Malam" itu berisi syair yang yang sangat miris. Khusus ditujukan Ayahku kepada kekasih hatinya--walau tidak dinyatakan secara eksplisit karena mendapatkan 'ancaman' akan 'dihabisi' oleh mantan calon ibu mertua ayah Ikangku tercinta bernama Ibu Nurmala Sitompul. Nah, sang perempuan mantan kekasih dari
Ayah Ikangku itu saat kuliah di Universitas Indonesia bernama Christine Panjaitan. Dan dia lah sang gadis yang tidak mungkin dinikahi oleh Ayah Ikangku karena selain ditentang keras selain oleh ibu Nurmala Sitompul Ibunya Tante Christine dan keluarga besar HKBP nya. Dengan alasan bahwa 'hanya' karena Ayah Ikangku tercinta bukan sesama suku Batak dan juga tidak mau murtad masuk HKBP (Huriah Kristen Batak Protestan).
Yah... yang sangat membanggakan diriku adalah bahwa pada kenyataannya Ayah Ikangku tercinta terbukti seorang Muslim taat dari garis keluarga Muhammadiyah. Akhirnya pilihan Ayah Ikangku tercinta bulat untuk memutuskan serta meninggalkan Tante Christine Panjaitan. Tekad Ayahku alhamdulillah diijabah hadiah oleh Allah SWT yang 'kontan' menggantikan posisi Tante Christine Panjaitan dihati Ayah Ikangku dengan Ibuku Marissa Grace binti Haji Allen Haque--seorang gadis berasal dari keluarga mu'alaf Katolik ta'at yang kemudian menjadi pejuang Islam tangguh buah dari pendekatan pemahaman Islam buah dakwah bil lisan dan bil hal oleh Kakek Buyutku seorang India Islam dari kota Lucknow, Uttar Pradesh, North India.
Ibuku Marissa Grace yang kemudian dipilih oleh ayah Ikangku alhamdulillah (terimakasih Ya Allaaah...) dianggap oleh masyarakat saat itu sebagai hadiah pengganti dari Allah dengan diferensiasi: (1)lebih comprehensively sharp and smart;(2) lebih cantik; (3) lebih setia; dan kata Ayah Ikangku ini yang terpenting bahwa Ibu Ichaku: (4) lebih menyenangkan hatinyakarena memiliki 'kelebihan tertentu' didalam menyenangkan pasangan nikahnya yang menjadi CIRI KHAS perempuan keturunan Madura... hehehe... entah apa maksud Ayah Ikangku ituuuuu...
Insya Allah benar demikian adanya cerita ikhlasku ini.

Nah, semua kisah takdir cinta tersebut diatas dibasuh kemudian oleh gerimis cinta romantis Ikang Fawzi & Marissa Haque, kedua orang tuaku tercinta, menjadi kemungkinan atas jasa baik PT Gramedia Films dan Sutradara (alm) Sophan Sophiaan/suami Aktris Widyawati didalam film berjudul "Tinggal Landas buat Kekasih."


Side A

1. Selamat Malam (Ikang Fawzi) - Ikang Fawzi
2. Menanti Suatu Saat (Ikang Fawzi) - Ikang Fawzi
3. Wajah Dunia (James F Sundah) - Ikang Fawzi
4. Kuingin Bertanya (Candra Darusman) - Ikang Fawzi
5. Langkah Cita (Ikang Fawzi) - Ikang Fawzi

Side B

1. Krisis (Ian Anton / Areng Widodo) - Ikang Fawzi
2. Gema Rock Indonesia (Ikang Fawzi) - Ikang Fawzi
3. Jangan Sampai Ternoda (Ikang Fawzi) - Ikang Fawzi
4. Andaikan Saja (Ikang Fawzi) - Ikang Fawzi
5. Menunggu ( Ikang Fawzi) - Ikang Fawzi

Para Pendukung

Music director: Addie M.S.
Arrangement: Addie M.S., Raidy Noor : Arranement (Andaikan Saja &
Jangan Sampai Ternoda)
Keyboard: Addie M.S.Bass: Raidy Noor
Guitar: Ian Antono (Backing vocal pada lagu "Krisis")
Drums: Yaya M., (Drum pada "Gema Rock Indonesia" oleh Ikang Fawzi)
Flute: Nano T. Sting section: Suryati Supilin, Jap Tji Kien, Edo Braceros,
Tjan Kuang Tju, Zulkifli Arifin
Recording engineer: Isan & Addie M.S.

Recording studio: Jackson Recording Studio
Duplicating: Alpha One

Graphic design: Lesin

Cerita Cinta Pertama Ayahku Dulu Melalui Musik di Kampus UI

Cerita dari Warung Sastra di UI Rawamangun ini adalah cerita cinta pertama Ayah Ikangku pada seorang perempuan selain Ibuku Marissa Haque. Dia bernama Christine Panjaitan seorang penyanyi 'melow' yang pernanh populer ditahun 1980-an dulu.

Ternyata kisah cinta basi ini menjadi "ruh" diacara Zona Memori-nya Sys NS dan Ida Arimurti pada tanggap 7 Feb 2010 lalu, yang melukai hati terdalam Ibuku Tercinta Marissa Haque.
Sabar ya Bu... dunia tidak berhenti berputar atas sikap dan tingkah-laku mereka berdua. We love you full... full... full... and so does Ayah Ikang!
Mengenai Tante Christine Panjaitan??? Biarkanlah dia dengan 'banjir histeria memori tertentu' dia dengan Ayah Ikang, toh Ayah Ikang biasa-biasa saja kan Bu?



Senin, 14 Desember 2009

Nostalgia Ayah Ikang Fawzi saat Kuliah Dulu pada Kekasih Hatinya

Cerita dari Warung Sastra (Sastra Cina UI), yang selama perkawinan hampir seperempat abad Ayah Ikang & Ibu Icha selamanya mengganggu keharmonisan mereka berdua. Selalu semuanya gara-gara ada saja teman reuni Ayah Ikang yang dengan sengaja memanas-manasi Ibu Icha tentang kehadiran perempuan pertama Ayahku Ikang Fawzi bernama Christine Panjaitan dihatinya saat kuliah dulu. Beberapa orang yang kami anggap iseng namun agak norak dan tidak bertanggungjawab adalah: (1) Sandro Tobing; (2) dan lai sebagainya... melalui program Metro TV bertajuk Zona 80-an pada bulan Februari 2009 lalu.
http://www.youtube.com/watch?v=uzpVn1dfH-I

Perempuan Tercantik dan Tercerdas Ayah Ikang Fawzi-ku

Perempuan Tercantik dan Tercerdas Ayah Ikang Fawzi-ku
Lagu & Syair "Ballerina Dance for Me" untuk Ibuku Marissa Grace Haque Perempuan Cantik Ayah Ikang Fawzi

Kami Saat Kampusku Masih di Melaka, Malaysia, 2006 Lalu

Kami Saat Kampusku Masih di Melaka, Malaysia, 2006 Lalu
Ayah Ikang dan Ibu Icha plus Kak Bella Mengunjungi Kiki di Melaka, Malaysia, 2006 Lalu

Album Kedua Ayah Ikang Fawzi-ku (Setelah Sama Ibu Icha)

Album Kedua Ayah Ikang Fawzi-ku (Setelah Sama Ibu Icha)
Randy & Cindy dalam Album Kedua Ayah Ikang Fawzi-ku

Find Chikita Fawzi's Music World